PROSEDUR PEMBUATAN MEDIA
AGAR SUSU SKIM (Skim Milk Agar / SSA)
Protokol Laboratorium Mikrobiologi
1. Pendahuluan
Setiap saya membuat media susu skim agar, media yang dihasilkan sering kali kurang sesuai dan menyebabkan bakteri menyebar saat di streak. Setelah melakukan trial dan error, dan mencari literatur dari berbagai sumber, akhirnya saya menemukan teknik pembuatan media susu skim agar yang baik. Semoga dengan membaca catatan ini, dapat membantu pembaca. happy reading
Media Agar Susu Skim (Skim Milk Agar/SSA) adalah media
diferensial yang mengandung susu skim sebagai sumber nutrisi utama. Media ini digunakan
secara luas dalam mikrobiologi pangan dan lingkungan untuk mendeteksi dan
menghitung mikroorganisme yang mampu mendegradasi kasein (bakteri proteolitik)
melalui pengamatan zona bening (halo) di sekitar koloni [1]. Selain itu, media
ini juga dapat digunakan sebagai media umum (non-selektif) untuk pembiakan dan
isolasi berbagai jenis bakteri.
2. Alat dan Bahan
2.1 Bahan
Komposisi media SSA untuk total volume 100 mL (cukup untuk
sekitar 5 cawan petri ukuran 90 mm):
|
Komponen |
Jumlah |
Pelarut |
Volume Akhir |
|
Susu
skim (bubuk) |
5
g |
Akuades |
40
mL |
|
Bacto-agar |
1,5
g |
Akuades |
– |
|
MgSO4·7H2O |
0,01
g |
– |
– |
|
Akuades
(Erlenmeyer B) |
60
mL |
– |
100
mL total |
2.2 Alat
·
Erlenmeyer 250 mL (2 buah, disebut Erlenmeyer A dan B)
·
Neraca analitik
·
Gelas ukur
·
Batang pengaduk / spatula
·
Autoklaf
·
Termometer
·
Cawan petri steril ukuran 90 mm
·
Laminar Air Flow (LAF) atau biological safety cabinet
·
Inkubator 37°C
·
Pipet ukur atau gelas ukur steril
3. Prosedur Pembuatan
3.1 Persiapan Larutan Susu Skim (Erlenmeyer A)
Timbang 5 g susu skim bubuk menggunakan neraca analitik ke dalam Erlenmeyer A. Larutkan susu skim dalam akuades sebanyak 40 mL sambil diaduk hingga tidak ada gumpalan. Pastikan serbuk larut sempurna sebelum dilanjutkan ke tahap sterilisasi [2, 3].
3.2 Persiapan Larutan Bacto-Agar dan MgSO4 (Erlenmeyer B)
Masukkan 1,5 g bacto-agar dan 0,01 g MgSO4 ke dalam Erlenmeyer
B. Tambahkan 60 mL akuades dan panaskan sambil diaduk hingga agar larut
sempurna dan larutan menjadi bening. Pastikan tidak ada gumpalan agar yang
tersisa [1, 5].
3.3 Sterilisasi dengan Autoklaf
Tutup kedua Erlenmeyer A dan B dengan sumbat kapas atau
aluminium foil, kemudian sterilkan secara terpisah menggunakan autoklaf pada
kondisi berikut:
|
Parameter |
Nilai |
Erlenmeyer A |
Erlenmeyer B |
|
Suhu |
121°C |
✓ |
✓ |
|
Tekanan |
1
atm (15 psi) |
✓ |
✓ |
|
Durasi |
15–20
menit |
✓ |
✓ |
Kondisi sterilisasi ini mengacu pada metode standar autoklaf
untuk media pertumbuhan bakteriologis [1, 5, 6].
3.4 Pencampuran Media
Setelah selesai diautoklaf, biarkan kedua erlenmeyer mendingin
sebentar. Saat larutan agar (Erlenmeyer B) telah turun ke suhu sekitar 50–55°C
(masih cair dan dapat dituang, tetapi tidak terlalu panas), tuangkan larutan
susu skim (Erlenmeyer A) secara aseptik ke dalam Erlenmeyer B di dalam LAF atau
di dekat api bunsen. Homogenkan perlahan dengan menggoyang erlenmeyer secara
memutar. Hindari terbentuknya busa berlebihan [4, 7].
|
⚠ Catatan: Suhu pencampuran yang
direkomendasikan adalah 50–55°C. Pada suhu ini, agar masih dalam keadaan cair
tetapi tidak cukup panas untuk menggumpalkan protein susu (kasein), sehingga
kondensasi pada tutup cawan petri dapat diminimalkan [7, 8]. |
3.5 Penuangan ke Cawan Petri
Tuangkan media secara aseptik ke dalam cawan petri steril ukuran
90 mm di dalam LAF. Volume yang direkomendasikan untuk cawan petri standar
berdiameter 90 mm adalah 15–20 mL per cawan [5, 9]. Miringkan cawan dengan
lembut untuk meratakan permukaan media. Biarkan media mengeras pada permukaan
yang datar selama ±10–15 menit pada suhu ruang. Jika terdapat gelembung udara
di permukaan, lewatkan api bunsen secara singkat di atas permukaan media untuk
memecahkan gelembung [8].
3.6 Uji Sterilitas dan Pengeringan Permukaan Media
Setelah media mengeras, inkubasikan cawan petri dalam keadaan
terbalik (agar menghadap ke bawah, tutup cawan di bawah) pada suhu 37°C selama
1 × 24 jam. Inkubasi dalam posisi terbalik bertujuan untuk:
·
Mengeringkan permukaan media agar tidak basah saat digunakan
untuk teknik streak atau spread [10].
·
Mencegah kondensasi berlebihan pada tutup cawan petri, karena
tetesan air dapat mengganggu pertumbuhan koloni dan menyebabkan koloni menyebar
[7, 8].
·
Sekaligus melakukan uji sterilitas: apabila setelah inkubasi
tidak ditemukan pertumbuhan koloni pada media, maka media dinyatakan steril dan
siap digunakan [10].
Apabila ditemukan pertumbuhan koloni pada media kontrol setelah
inkubasi, media tersebut dinyatakan terkontaminasi dan tidak boleh digunakan.
Seluruh proses pembuatan harus diulang.
4. Penggunaan Media
Setelah permukaan media kering dan hasil uji sterilitas negatif
(tidak ada pertumbuhan kontaminan), media SSA siap digunakan untuk:
·
Teknik streak plate (goresan): menggoreskan inokulum pada
permukaan media untuk mendapatkan koloni terpisah (koloni tunggal).
·
Teknik spread plate (sebar): menyebarkan suspensi sampel pada
permukaan media menggunakan batang L-glas (hockey stick spreader).
·
Deteksi aktivitas proteolitik: bakteri penghasil protease akan
menunjukkan zona bening (halo) di sekeliling koloni akibat hidrolisis kasein
pada susu skim.
Media yang sudah dituang ke cawan petri dapat disimpan dalam
keadaan terbalik pada suhu 4°C di dalam lemari pendingin selama maksimal 1
bulan jika tidak segera digunakan [10].
5. Ringkasan Alur Pembuatan
Berikut adalah ringkasan tahapan pembuatan media SSA secara
berurutan:
|
No. |
Tahap |
Keterangan |
|
1 |
Penimbangan
bahan |
Susu
skim 5 g (Erl. A) | Bacto-agar 1,5 g + MgSO4 0,01 g (Erl. B) |
|
2 |
Pelarutan |
Erl.
A: + 40 mL akuades | Erl. B: + 60 mL akuades, panaskan |
|
3 |
Sterilisasi
(terpisah) |
Autoklaf
121°C, 1 atm, 15–20 menit |
|
4 |
Pencampuran |
Erl.
A dituang ke Erl. B, suhu sekitar 50–55°C, dihomogenkan |
|
5 |
Penuangan |
15–20
mL per cawan petri 90 mm, biarkan mengeras |
|
6 |
Uji
sterilitas & pengeringan |
Inkubasi
terbalik 37°C, 1 × 24 jam |
|
7 |
Media
siap pakai |
Streak
/ spread / deteksi proteolitik |
6. Referensi
[1] Hardy Diagnostics. CRITERION™ Skim Milk
Agar (Cat. no. C7930). Santa Maria, CA: Hardy Diagnostics.
[2] Duchesne, A. (2017). How To Make Skim
Milk Agar Plates. Sciencing.com.
[3] ResearchGate Discussion. (2020). How to
handle milk clotting issues during media preparation for skim milk agar.
[4] James White Laboratory, Rutgers
University. (2022). Media Protocols: Skim Milk Agar.
[5] TM Media. TM 1608 – Skim Milk Agar
(Plate Count Agar). Bhiwadi: TM Media.
[6] FDA Bacteriological Analytical Manual
(BAM), Chapter 3: Aerobic Plate Count. U.S. Food & Drug Administration.
[7] WPI Inc. (2025). Seven Tips for Avoiding
Common Cell Culture Dish Mistakes.
[8] Hardy Diagnostics Blog. (2024). How to
Make a Batch of Prepared Culture Media Petri Plates.
[9] Pharmaceutical Microbiology. (2025). Why
Do We Use a 90 mm Petri Dish in Microbiology?
[10] ScienceDirect Topics. Petri Dish. Dalam:
Encyclopaedia of Microbiology (Ed. Schaechter M.). Elsevier.
Komentar
Posting Komentar